Cerita Dibalik Mimpi
Kehidupan adalah suatu rahasia
terbesar alam yang tidak dapat ditebak.
Hanya kuasa dari Sang Penciptalah yang menentukan takdir dari suatu
makhluknya. Cinta, kasih sayang, dan persahabatan menjadi benang yang merajut perjalanan
hidup seseorang apakah menjadi indah atau tidak, tergantung kita sebagai
manusia yang menjalaninya.
Demikianlah makna yang coba diangkat
oleh kami ke dalam film Pendek yang menceritakan
seorang mahasiswa cerdas.
Cerita Dibalik Mimpi
Oleh : Galih Mandala
Sinopsis
Bercerita tentang pesan yang terngiang
dari ibu nya. Kemudian di ilustrasikan dengan 2 mahasiswa yang saling bertolak
belakang dalam kepribadian nya masing - masing yaitu bernama Galih berwatak
baik, rajin, semangat, jujur dan satu lagi bernama Ravy berwatak bodoh, pemalas, nakal. Keduanya adalah mahasiswa
tingkat akhir yang bersama sama berkuliah di kampus yang sama (Telkom University).
Galih memiliki kepribadian sangat baik, murah
senyum, dan tidak sombong. Bahkan menurut
pengakuan teman-temannya, Galih selalu datang
membantu di saat teman-temannya sedang kesusahan mulai dari mengerjakan soal pekerjaan rumah dari kuliah sampai ke permasalahan lainnya.
Galih, Ravy, Barqil, Putri, Irma, Nurul, Yasmin
adalah sahabat sekelasnya Galih
yang mulai berteman sejak masuk kampus.
Kepribadiannya
yang netral mudah bergaul dengan siapa saja tanpa membedakan status sosial ekonomi membuat Galih banyak
disukai dan disayangi oleh teman-teman dan dosennya. Galih juga merupakan mahasiswa berprestasi dikampusnya.
Menurut Galih, semua yang ia jalani selama ini, kuncinya
adalah perencanaan, konsisten, fokus dan yakin pada Allah. Jika mengenang kisah
saat kuliah hingga hari ini, Galih sering terdiam sejenak. Seperti orang yang
menahan haru. Sambil mengambil nafas, ia mengenang betapa dahulu hidupnya
begitu susah.
Hingga subuh ia memanfaatkan waktu tersebut mengerjakan
usahanya. Usai subuh jika ada waktu kuliah maka ia lanjut masuk kelas. Kurang
tidur, mengantuk, kerja keras dan membiasakan diri disiplin dengan program
kehidupan yang ia siapkan bagi dirinya adalah proses yang terus dikenangnya.
“Kalau kita bicara kebutuhan ekonomi pasti tidak akan
pernah ideal, manusia tidak akan pernah ada puasnya,”
Galih berharap, setiap manusia tidak sombong dengan
posisi karirnya. Tidak juga rendah diri karena tidak memiliki kesempatan
kuliah. Ini karena, berulang kali ia menjelaskan kemuliaan kita ditentukan
Allah begitupun dengan rejeki kita.
“Kuliah bisa dimana saja apalagi ini zaman internet, tapi
sekarang yang dibutuhkan dunia pekerjaan bukan ijazah tapi skill (keahlian), portfolio
bukan ijazah,” jelasnya.
Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Galih
selalu bekerja keras, berusaha, dan berdoa yang pada akhirnya Lulus dengan nilai
yang memuaskan dan membanggakan kedua orang tuanya.
”Perubahan tidak akan pernah terjadi jika kita terus menunggu.
Kita adalah perubahan itu sendiri.”
Cerita Dibalik Mimpi
_____________________________________________________
Sekian
KLIK DISINI UNTUK MELIHAT FILMNYA
